Minggu, 10 Januari 2016

Membangun Transportasi Publik yang Efektif, Efisien, dan Manusiawi



Transportasi secara umum memiliki peranan sangat penting dalam mendukung pembangunan nasional, yaitu sebagai penunjang, penggerak dan pendorong serta berperan sebagai urat nadi kehidupan ekonomi, politik, social budaya maupun pertahanan keamanan. Terbatasnya jumlah dan buruknya kondisi sarana dan prasana transportasi mengakibatkan kondisi penyebaran dan pengembangan transportasi yang masih terpusat di beberapa wilayah dan perkotaan. Penyediaan sarana dan prasarana transportasi perkotaan belum memadai. Penyebaran pusat kota yang tidak merata dan hanya terpaku pada satu titik akan memberikan beban bagi sarana prasarana transportasi sehingga akan mengakibatkan tingginya lalu lintas pada pusat kota. Pengembangan sarana prasarana di perkotaan memiliki dampak negatif yaitu memicu terjadinya urbanisasi yang tak terkendali. Berbagai masalah timbul mulai dari masalah teknis kemacetan, tundaan pergerakan kendaraan, kapasitas jalan yang rendah, kesemrawutan dan ketidak tertiban berlalu lintas yang membuat tidak nyaman. Jika hal ini terus terjadi maka proses pembangunan tidak akan bisa berjalan dengan lancar dan dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini berbanding terbalik dalam era globalisasi yang dituntut untuk mengembangkan sistem transportasi yang canggih dan berkelanjutan. Dengan kemanjuan teknologi yang pesat dan bersifat global semakin memudahkan manusia dalam beraktivitas sehingga transportasi berkelanjutan adalah yang berpihak kepada lingkungan. Untuk memenuhi transportasi yang modern dan efisien perlu ditingkatkan pula sumber daya manusia. Namun pada kenyataan di Indonesia sistem belum berjalan sesuai mestinya.

Transportasi atau perangkutan adalah perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkutan, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan (kuda, sapi, kerbau), atau mesin. Pignataro (1973) dalam Tamin (2000) menyatakan perencanaan trasnportasi adalah suatu proses yang tujuannya mengembangkan sistem transportasi yang memungkinkan manusia dan barang bergerak atau berpindah tempat dengan aman dan murah. Transportasi yang berkelanjutan merupakan integrasi antara ekonomi, lingkungan dan sosial yang berada di dalam sebuah kebijakan. Kebijakan untuk trasnportasi berkelanjutan adalah suatu indentifikasi dan implementasi instrument kebijakan. Untuk mewujudkan trasnportasi berkelanjutan menurut Nagurney (2000) adalah dengan meningkatkan pajak dan subsidi serta marketable pollution permits.

Terdapat unsur-unsur dasar transportasi dan Moda transportasi darat dipilih berdasarkan faktor-faktor, yaitu sebagai berikut :
1.    Unsur-Unsur Dasar Transportasi
a) Manusia, yang membutuhkan transportasi
b) Barang, yang diperlukan manusia
c) Kendaraan, sebagai sarana transportasi
d) Jalan, sebagai prasarana transportasi dan organisasi

2.    Moda transportasi darat dipilih berdasarkan faktor-faktor:
• Jenis dan spesifikasi kendaraan
• Jarak perjalanan
• Tujuan perjalanan
• Ketersediaan moda
• Ukuran kota dan kerapatan permukiman
• Faktor sosial-ekonomi

Fungsi Transportasi (Regional dan Lokal) Transportasi perlu untuk mengatasi kesenjangan jarak dan komunikasi antara tempat asal dan tempat tujuan. Untuk itu dikembangkan sistem transportasi dan komunikasi, dalam wujud sarana (kendaraan) dan prasarana (jalan). Dari sini timbul jasa angkutan untuk memenuhi kebutuhan perangkutan (trans-portasi) dari satu tempat ke tempat lain. Di sini terlihat, bahwa transportasi dan tata guna lahan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Jadi salah satu tujuan penting dari perencanaan tata guna lahan atau perencanaan sistem transportasi, adalah menuju ke keseimbangan yang efisien antara potensi tata guna lahan dengan kemampuan transportasi.
Untuk wilayah perkotaan, transportasi memegang peranan yang cukup menentukan. Suatu kota yang baik dapat ditandai, antara lain dengan melihat kondisi transportasinya. Transportasi yang baik, aman, dan lancar selain mencerminkan keteraturan kota, juga memperlihatkan kelancaran kegiatan perekonomian kota. Kebutuhan lahan yang sangat luas untuk sistem transportasi (terutama transportasi darat) ini mempunyai pengaruh besar terhadap pola tata guna lahan, terutama di daerah perkotaan. Di sini masalah lingkungan perlu diperhatikan. Perubahan tata guna lahan akan berpengaruh terhadap kondisi fisik tanah (terutama muka air tanah).
Secara umum permasalahan transportasi di perkotaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
1.        Sarana dan prasarana lalu lintas masih terbatas
2.        Manajemen lalu lintas belum berfungsi secara optimal
3.        Pelayanan angkutan umum penumpang belum memadai
4.        Disiplin pemakai masih rendah

Meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi di perkotaan dikarenakan
1.        Meningkatnya aktivitas ekonomi kurang terlayani oleh angkutan umum yang memadai
2.        Semakin meningkatnya daya beli dan tingkat privacy yang tidak bisa dilayani oleh angkutan umum
3.        Meningkatnya harga tanah di pusat kota mengakibatkan tersebarnya lokasi permukiman jauh dari pusat kota atau bahkan sampai ke luar kota yang tidak tercakup oleh jaringan layanan angkutan umum
4.        Dibukanya jalan baru semakin merangsang penggunaan angkutan pribadi karena biasanya di jalan baru tersebut belum terdapat jaringan layanan angkutan umum pada saat itu
5.        Tidak tersedianya angkutan lingkungan atau angkutan pengumpan yang menjembatani perjalanan sampai ke jalur utama layanan angkutan umum
6.        Kurang terjaminnya kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan tepat waktu, kebutuhan akan lama perjalanan yang diderita dalam pelayanan angkutan umum

Usaha untuk mengatasi permasalahan trasnportasi adalah:
1.        Meredam atau memeperkecil tingkat pertumbuhan kebutuhan kana transportasi
2.        Meningkatkan pertumbuhan prasarana transportasi itu sendiri, terutama penanganan masalah fasilitas prasarana yang tidak berfungsi sebagimana mestinya.
3.        Memperlancar sistem pergerakan melalui kebijakan rekayasa dan manajemen lalu lintas yang baik.

Pedestrian ini umumnya digunakan oleh pejalan kaki. Pejalan kaki adalah istilah dalam transportasi yang digunakan untuk menjelaskan orang yang berjalan di lintasan pejalan kaki baik dipinggir jalan, trotoar, lintasan khusus bagi pejalan kaki ataupun menyeberang jalan. Untuk melindungi pejalan kaki dalam berlalu lintas, pejalan kaki wajib berjalan pada bagian jalan dan menyeberang pada tempat penyeberangan yang telah disediakan bagi pejalan kaki. Perjalanan pejalan kaki dilakukan dipinggir jalan. Permasalahan utama ialah karena adanya konflik antara pejalan kaki dan kendaraan, sehubungan permasalahan tersebut perlu kiranya jangan beranggapan, bahwa para pejalan kaki itu diperlakukan sebagai penduduk kelas dua, dibandingkan dengan para pemilik kendaraan. Oleh sebab itu prioritas pertama adalah, melihat apakah tersedia fasilitas untuk para pejalan kaki yang mencukupi, kedua bahwa fasilitas fasilitas tersebut mendapat perawatan sewajarnya. Sebagian besar dari jalan jalan di daerah perkotaan mempunyai volume pejalan kaki yang besar dan harus mempunyai trotoar, kecuali apabila alternatif sistem pengaturan yang lain telah dilakukan untuk mengalihkan pejalan kaki agar jauh dari sisi jalan, seperti pada jalan jalan tol. Hal yang perlu direncanakan dengan baik adalah fasilitas untuk menyeberangi jalan, karena terjadi konflik dengan lalu lintas kendaraan, sehingga bila di perlukan dipisahkan dari arus lalu lintas kendaraan baik dipisahkan waktu penggunaan ataupun dipisahkan bidang perpotongan tersebut. Pejalan kaki yang merupakan penyandang cacat tuna netra wajib mempergunakan tanda-tanda khusus yang mudah dikenali oleh pemakai jalan lain.
Terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pedestrian, yaitu:
1.        Kenyamanan, berupa perlindungan terhadap cuaca, pengaturan ruangan, halte transit, jembatan penyebrangan.
2.        Kemudahan, jarak jalan, rambu petunjuk, kemiringan pada rampa, tangga yang sesuai untuk lanjut usia, peta petunjuk, dan faktor-faktor lain yang meyumbang atas kemudahan gerak pedestrian.
3.        Keselamatan, pemisahan lalu lintas pedestrian dari lalu lintas kendaraan, mal yang hanya diperuntukkan bagi pedestrian, rambu-rambu lalu lintas yang melindungi nyawa pedestrian.
4.        Keamanan, penerangan, garis pandang, lingkungan bebas kriminal
5.        Ekonomi, minimalisasi keterlambatan perjalanan.

Pejalan kaki juga mempunyai kewajiban yang harus ditaat. Kewajiban pejalan kaki adalah harus:
1.        berjalan pada bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, atau pada bagian jalan yang paling kiri apabila tidak terdapat bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki
2.        menggunakan bagian jalan yang paling kiri apabila membawa kereta dorong
3.        menyeberang di tempat yang telah ditentukan

Lalu lintas sepeda ini cukup untuk memberikan pengaruh pada perencanaan dan pendesainan jalan. Bersepeda bukan lagi pengisi waktu sambil berekreasi, tetapi dianggap sebagai alternatif yang layak untuk berkendaraan terlebih-lebih di negara-negara beriklim sejuk
Ada beberapa pendekatan desain jalur sepeda:
1.        Jalur khusus sepeda, adalah jalur dimana lintas untuk sepeda dipisah secara phisik dari jalur lalu lintas kendaraan bermotor dengan pagar pengaman ataupun ditempatkan secara terpisah dari jalan raya.
2.        Jalur sepeda sebagai bagian jalur lalu lintas yang hanya dipisah dengan marka jalan atau warna jalan yang berbeda.

Upaya membangun transportasi publik yang efisien, efektif, dan manusiawi. Adanya sebuah gebrakan transportasi publik darat modern, yang antara lain. Mass Rapid Transit, yang juga disebut sebagai angkutan umum, adalah layanan transportasi penumpang, biasanya dengan jangkauan lokal, yang tersedia bagi siapapun dengan membayar ongkos yang telah ditentukan. Angkutan ini biasanya beroperasi pada jalur khusus tetap atau jalur umum potensial yang terpisah dan digunakan secara eksklusif, sesuai jadwal yang ditetapkan dengan rute atau lini yang didesain dengan perhentian-perhentian tertentu. Contohnya antara lain: Bus Rapid Transit, Heavy Rail Transit, dan Light Rail Transit.

1.             Kereta Api
Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Rangkaian kereta atau gerbong tersebut berukuran relatif luas sehingga mampu memuat penumpang maupun barang dalam skala besar.

Macam-macam kereta api
Angkutan cepat rapid transit) kereta bawah tanah atau metro adalah sebuah sistem transportasi rel yang biasa dibangun di daerah perkotaan. Jenis angkutan ini umumnya berkapasitas besar dan berfrekuensi tinggi untuk melayani lalu lintas komuter, terutama pada jam-jam sibuk.

Sistem kereta komuter
Kereta komuter atau kereta pinggiran merupakan porsi operasional jalur kereta penumpang yang membawa penumpang di dalam wilayah perkotaan, atau antara wilayah perkotaan dengan wilayah pinggiran, namun berbeda dari jenis Metro dan LRT dalam tataran bahwa kereta penumpang secara umum lebih berat, jauhnya jarak rata-rata lebih panjang, dan pengoperasiannya dilakukan di luar jalur-jalur yang merupakan bagian dari sistem jalan kereta dalam sebuah wilayah.

Monorel adalah rel dengan jalur yang terdiri dari rel tunggal, berlainan dengan rel tradisional yang memiliki dua rel paralel dan dengan sendirinya, kereta lebih lebar daripada relnya. Biasanya rel terbuat dari beton dan roda keretanya terbuat dari karet, sehingga tidak sebising kereta konvensional.

Heavy rail transit
Sistem heavy rail transit adalah sistem angkutan menggunakan kereta berkinerja tinggi, mobil rel bertenaga listrik yang beroperasi di jalur-jalur khusus eksklusif, biasanya tanpa persimpangan, dengan bangunan stasiun besar.

Light rail transit
Light Rail Transit (LRT) adalah sistem jalur kereta listrik metropolitan yang dikarakteristikkan atas kemampuannya menjalankan gerbong atau kereta pendek satu per satu sepanjang jalur-jalur khusus eksklusif pada lahan bertingkat, struktur menggantung, subway, atau biasanya di jalan, serta menaikkan dan menurunkan penumpang pada lintasan atau tempat parkir mobil. Sistem LRT mencakup pula jalur-jalur trem, meskipun perbedaan utama adalah bahwa trem seringkali beroperasi tanpa jalur khusus eksklusif, dalam lalu lintas campuran.

2.             Bus
Bus adalah kendaraan besar beroda, digunakan untuk membawa penumpang dalam jumlah besar.
Bus Rapid Transit atau disingkat BRT adalah sebuah sistem bus yang cepat, nyaman, aman dan tepat waktu dari infrastruktur, kendaraan dan jadwal. Bus ini digunakan untuk melayani servis yang kualitasnya lebih baik dibandingkan servis bus yang lain. Setiap sistem BRT pasti menggunakan sistem yang berbeda. Busway juga merupakan bagian dari BRT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar