Transportasi secara umum memiliki peranan sangat penting
dalam mendukung pembangunan nasional, yaitu sebagai penunjang, penggerak dan
pendorong serta berperan sebagai urat nadi kehidupan ekonomi, politik, social
budaya maupun pertahanan keamanan. Terbatasnya jumlah dan buruknya kondisi
sarana dan prasana transportasi mengakibatkan kondisi penyebaran dan
pengembangan transportasi yang masih terpusat di beberapa wilayah dan
perkotaan. Penyediaan sarana dan prasarana
transportasi perkotaan belum memadai. Penyebaran pusat kota yang tidak merata
dan hanya terpaku pada satu titik akan memberikan beban bagi sarana prasarana
transportasi sehingga akan mengakibatkan tingginya lalu lintas pada pusat kota.
Pengembangan sarana prasarana di perkotaan memiliki dampak negatif yaitu memicu
terjadinya urbanisasi yang tak terkendali. Berbagai masalah timbul mulai dari masalah
teknis kemacetan, tundaan pergerakan kendaraan, kapasitas jalan yang rendah,
kesemrawutan dan ketidak tertiban berlalu lintas yang membuat tidak nyaman.
Jika hal ini terus terjadi maka proses pembangunan tidak akan bisa berjalan
dengan lancar dan dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini berbanding terbalik dalam era globalisasi yang
dituntut untuk mengembangkan sistem transportasi yang canggih dan
berkelanjutan. Dengan kemanjuan teknologi yang pesat dan bersifat global
semakin memudahkan manusia dalam beraktivitas sehingga transportasi
berkelanjutan adalah yang berpihak kepada lingkungan. Untuk memenuhi
transportasi yang modern dan efisien perlu ditingkatkan pula sumber daya
manusia. Namun pada kenyataan di Indonesia sistem belum berjalan sesuai
mestinya.
Transportasi atau perangkutan adalah perpindahan
dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkutan, baik
yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan (kuda, sapi, kerbau), atau mesin.
Pignataro (1973) dalam Tamin (2000) menyatakan perencanaan trasnportasi adalah
suatu proses yang tujuannya mengembangkan sistem transportasi yang memungkinkan
manusia dan barang bergerak atau berpindah tempat dengan aman dan murah.
Transportasi yang berkelanjutan merupakan integrasi antara ekonomi, lingkungan
dan sosial yang berada di dalam sebuah kebijakan. Kebijakan untuk trasnportasi
berkelanjutan adalah suatu indentifikasi dan implementasi instrument kebijakan.
Untuk mewujudkan trasnportasi berkelanjutan menurut Nagurney (2000) adalah dengan
meningkatkan pajak dan subsidi serta marketable pollution permits.
Terdapat
unsur-unsur dasar transportasi dan Moda transportasi darat dipilih berdasarkan
faktor-faktor, yaitu sebagai berikut :
1. Unsur-Unsur Dasar
Transportasi
a) Manusia, yang
membutuhkan transportasi
b) Barang, yang
diperlukan manusia
c) Kendaraan, sebagai
sarana transportasi
d) Jalan, sebagai
prasarana transportasi dan organisasi
2. Moda transportasi darat
dipilih berdasarkan faktor-faktor:
• Jenis dan spesifikasi
kendaraan
• Jarak perjalanan
• Tujuan perjalanan
• Ketersediaan moda
• Ukuran kota dan
kerapatan permukiman
• Faktor sosial-ekonomi
Fungsi Transportasi (Regional dan Lokal) Transportasi
perlu untuk mengatasi kesenjangan jarak dan komunikasi antara tempat asal dan
tempat tujuan. Untuk itu dikembangkan sistem transportasi dan komunikasi, dalam
wujud sarana (kendaraan) dan prasarana (jalan). Dari sini timbul jasa angkutan
untuk memenuhi kebutuhan perangkutan (trans-portasi) dari satu tempat ke tempat
lain. Di sini terlihat, bahwa transportasi dan tata guna lahan merupakan dua
hal yang tidak dapat dipisahkan. Jadi salah satu tujuan penting dari
perencanaan tata guna lahan atau perencanaan sistem transportasi, adalah menuju
ke keseimbangan yang efisien antara potensi tata guna lahan dengan kemampuan
transportasi.
Untuk wilayah perkotaan, transportasi memegang
peranan yang cukup menentukan. Suatu kota yang baik dapat ditandai, antara lain
dengan melihat kondisi transportasinya. Transportasi yang baik, aman, dan
lancar selain mencerminkan keteraturan kota, juga memperlihatkan kelancaran
kegiatan perekonomian kota. Kebutuhan lahan yang sangat luas untuk sistem
transportasi (terutama transportasi darat) ini mempunyai pengaruh besar
terhadap pola tata guna lahan, terutama di daerah perkotaan. Di sini masalah
lingkungan perlu diperhatikan. Perubahan tata guna lahan akan berpengaruh
terhadap kondisi fisik tanah (terutama muka air tanah).
Secara umum permasalahan transportasi di perkotaan dipengaruhi
oleh beberapa faktor yaitu:
1.
Sarana dan prasarana lalu lintas masih terbatas
2.
Manajemen lalu lintas belum berfungsi secara optimal
3.
Pelayanan angkutan umum penumpang belum memadai
4.
Disiplin pemakai masih rendah
Meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi di perkotaan dikarenakan
1.
Meningkatnya aktivitas ekonomi kurang terlayani oleh angkutan umum
yang memadai
2.
Semakin meningkatnya daya beli dan tingkat privacy yang
tidak bisa dilayani oleh angkutan umum
3.
Meningkatnya harga tanah di pusat kota mengakibatkan tersebarnya
lokasi permukiman jauh dari pusat kota atau bahkan sampai ke luar kota yang
tidak tercakup oleh jaringan layanan angkutan umum
4.
Dibukanya jalan baru semakin merangsang penggunaan angkutan
pribadi karena biasanya di jalan baru tersebut belum terdapat jaringan layanan
angkutan umum pada saat itu
5.
Tidak tersedianya angkutan lingkungan atau angkutan pengumpan yang
menjembatani perjalanan sampai ke jalur utama layanan angkutan umum
6.
Kurang terjaminnya kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan tepat
waktu, kebutuhan akan lama perjalanan yang diderita dalam pelayanan angkutan
umum
Usaha untuk mengatasi permasalahan trasnportasi adalah:
1.
Meredam atau memeperkecil tingkat pertumbuhan kebutuhan kana
transportasi
2.
Meningkatkan pertumbuhan prasarana transportasi itu sendiri,
terutama penanganan masalah fasilitas prasarana yang tidak berfungsi sebagimana
mestinya.
3.
Memperlancar sistem pergerakan melalui kebijakan rekayasa dan
manajemen lalu lintas yang baik.
Pedestrian ini umumnya digunakan oleh pejalan
kaki. Pejalan kaki adalah istilah dalam transportasi yang digunakan untuk
menjelaskan orang yang berjalan di lintasan pejalan kaki baik dipinggir jalan,
trotoar, lintasan khusus bagi pejalan kaki ataupun menyeberang jalan. Untuk
melindungi pejalan kaki dalam berlalu lintas, pejalan kaki wajib berjalan pada
bagian jalan dan menyeberang pada tempat penyeberangan yang telah disediakan
bagi pejalan kaki. Perjalanan pejalan kaki dilakukan dipinggir jalan. Permasalahan
utama ialah karena adanya konflik antara pejalan kaki dan kendaraan, sehubungan
permasalahan tersebut perlu kiranya jangan beranggapan, bahwa para pejalan kaki
itu diperlakukan sebagai penduduk kelas dua, dibandingkan dengan para pemilik
kendaraan. Oleh sebab itu prioritas pertama adalah, melihat apakah tersedia
fasilitas untuk para pejalan kaki yang mencukupi, kedua bahwa fasilitas
fasilitas tersebut mendapat perawatan sewajarnya. Sebagian besar dari jalan
jalan di daerah perkotaan mempunyai volume pejalan kaki yang besar dan harus
mempunyai trotoar, kecuali apabila alternatif sistem pengaturan yang lain telah
dilakukan untuk mengalihkan pejalan kaki agar jauh dari sisi jalan, seperti
pada jalan jalan tol. Hal yang perlu direncanakan dengan baik adalah fasilitas
untuk menyeberangi jalan, karena terjadi konflik dengan lalu lintas kendaraan,
sehingga bila di perlukan dipisahkan dari arus lalu lintas kendaraan baik
dipisahkan waktu penggunaan ataupun dipisahkan bidang perpotongan tersebut.
Pejalan kaki yang merupakan penyandang cacat tuna netra wajib mempergunakan
tanda-tanda khusus yang mudah dikenali oleh pemakai jalan lain.
Terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pedestrian,
yaitu:
1.
Kenyamanan, berupa perlindungan terhadap cuaca, pengaturan ruangan,
halte transit, jembatan penyebrangan.
2.
Kemudahan, jarak jalan, rambu petunjuk, kemiringan pada rampa,
tangga yang sesuai untuk lanjut usia, peta petunjuk, dan faktor-faktor lain
yang meyumbang atas kemudahan gerak pedestrian.
3.
Keselamatan, pemisahan lalu lintas pedestrian dari lalu lintas
kendaraan, mal yang hanya diperuntukkan bagi pedestrian, rambu-rambu lalu
lintas yang melindungi nyawa pedestrian.
4.
Keamanan, penerangan, garis pandang, lingkungan bebas kriminal
5.
Ekonomi, minimalisasi keterlambatan perjalanan.
Pejalan kaki juga mempunyai kewajiban yang harus ditaat. Kewajiban
pejalan kaki adalah harus:
1.
berjalan pada bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki,
atau pada bagian jalan yang paling kiri apabila tidak terdapat bagian jalan
yang diperuntukkan bagi pejalan kaki
2.
menggunakan bagian jalan yang paling kiri apabila membawa kereta
dorong
3.
menyeberang di tempat yang telah ditentukan
Lalu lintas sepeda ini cukup untuk memberikan
pengaruh pada perencanaan dan pendesainan jalan. Bersepeda bukan lagi pengisi
waktu sambil berekreasi, tetapi dianggap sebagai alternatif yang layak untuk
berkendaraan terlebih-lebih di negara-negara beriklim sejuk
Ada beberapa pendekatan desain jalur sepeda:
1.
Jalur khusus sepeda, adalah jalur dimana lintas untuk sepeda dipisah
secara phisik dari jalur lalu lintas kendaraan bermotor dengan pagar pengaman
ataupun ditempatkan secara terpisah dari jalan raya.
2.
Jalur sepeda sebagai bagian jalur lalu lintas yang hanya dipisah
dengan marka jalan atau warna jalan yang berbeda.
Upaya membangun
transportasi publik yang efisien, efektif, dan manusiawi. Adanya sebuah
gebrakan transportasi publik darat modern, yang antara lain. Mass Rapid
Transit,
yang juga disebut sebagai angkutan umum, adalah layanan transportasi penumpang,
biasanya dengan jangkauan lokal, yang tersedia bagi siapapun dengan membayar
ongkos yang telah ditentukan. Angkutan ini biasanya beroperasi pada jalur
khusus tetap atau jalur umum potensial yang terpisah dan digunakan secara
eksklusif, sesuai jadwal yang ditetapkan dengan rute atau lini yang didesain
dengan perhentian-perhentian tertentu. Contohnya antara lain: Bus Rapid
Transit, Heavy Rail Transit, dan Light Rail Transit.
1.
Kereta Api
Kereta api adalah sarana transportasi berupa
kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan
kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api
merupakan alat transportasi yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan
dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong
(dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Rangkaian kereta atau gerbong tersebut
berukuran relatif luas sehingga mampu memuat penumpang maupun barang dalam
skala besar.
Macam-macam kereta api
Angkutan cepat rapid transit) kereta bawah tanah
atau metro adalah sebuah sistem transportasi rel yang biasa dibangun di daerah
perkotaan. Jenis angkutan ini umumnya berkapasitas besar dan berfrekuensi
tinggi untuk melayani lalu lintas komuter, terutama pada jam-jam sibuk.
Sistem kereta komuter
Kereta komuter atau kereta pinggiran merupakan
porsi operasional jalur kereta penumpang yang membawa penumpang di dalam
wilayah perkotaan, atau antara wilayah perkotaan dengan wilayah pinggiran,
namun berbeda dari jenis Metro dan LRT dalam tataran bahwa kereta penumpang
secara umum lebih berat, jauhnya jarak rata-rata lebih panjang, dan
pengoperasiannya dilakukan di luar jalur-jalur yang merupakan bagian dari
sistem jalan kereta dalam sebuah wilayah.
Monorel adalah rel dengan jalur yang terdiri dari rel
tunggal, berlainan dengan rel tradisional yang memiliki dua rel paralel dan
dengan sendirinya, kereta lebih lebar daripada relnya. Biasanya rel terbuat
dari beton dan roda keretanya terbuat dari karet, sehingga tidak sebising
kereta konvensional.
Heavy rail transit
Sistem heavy rail transit adalah sistem
angkutan menggunakan kereta berkinerja tinggi, mobil rel bertenaga listrik yang
beroperasi di jalur-jalur khusus eksklusif, biasanya tanpa persimpangan, dengan
bangunan stasiun besar.
Light rail transit
Light Rail Transit (LRT) adalah sistem
jalur kereta listrik metropolitan yang dikarakteristikkan atas kemampuannya
menjalankan gerbong atau kereta pendek satu per satu sepanjang jalur-jalur
khusus eksklusif pada lahan bertingkat, struktur menggantung, subway, atau
biasanya di jalan, serta menaikkan dan menurunkan penumpang pada lintasan atau
tempat parkir mobil. Sistem LRT mencakup pula jalur-jalur trem, meskipun
perbedaan utama adalah bahwa trem seringkali beroperasi tanpa jalur khusus
eksklusif, dalam lalu lintas campuran.
2.
Bus
Bus adalah kendaraan besar beroda, digunakan
untuk membawa penumpang dalam jumlah besar.
Bus Rapid Transit atau disingkat BRT
adalah sebuah sistem bus yang cepat, nyaman, aman dan tepat waktu dari
infrastruktur, kendaraan dan jadwal. Bus ini digunakan untuk melayani servis
yang kualitasnya lebih baik dibandingkan servis bus yang lain. Setiap sistem
BRT pasti menggunakan sistem yang berbeda. Busway juga merupakan bagian dari
BRT.