Rabu, 26 April 2017

PEMANFAATAN IPTEK TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP


1.        PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kemajuan ilmu dan teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, tetapi kenyataannya teknologi telah menimbulkan keresahan dan ketakutan baru bagi kehidupan manusia. Ketakutan yang dirasakan oleh manusia akibat perkembangan teknologi ini disebabkan adanya kekhawatiran akan adanya penyalahgunaannya oleh orang yang tidak bertanggung jawaab.
Di era modern ini IPTEK telah berkembang pesat dan tidak lepas pula dengan hubungannya kehidupan manusia  sehari-hari. Dalam perkembangannya IPTEK telah menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan hidup manusia, baik itu dampak positif maupun negatif. Oleh karena itu kita sebagai manusia harus dapat memanfaatkan IPTEK dengan sebaik-baiknya.


2.        PEMBAHASAN
Permasalahan Lingkungan Hidup
Permasalahan lingkungan hidup terjadi atas permasalahan lingkungan global dan sektoral. Contoh perrmasalahan lingkungan global adalah pertumbuan penduduk, penggunaan SDA yang tidak merata, perubahan cuaca global karena berbagai kasus pencemaran dan gaya hidup yang berlebihan, serta penurunan keanekaragaman hayati akibat perilaku manusia. Contoh pemasalahan sektoral, seperti yang terjadi di kawasan pertanian, hutan, pesisir laut dan perkotaan.
Masalah lingkungan yang dihadapi saat ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Apabila hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada tergantungnya kesejahteraan manusia.
Adapun usaha mengtasi permasalah lingkungan dilakukan dengan berbagai pendekatan. Pendekatan yang dibahas adalah cara ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, penegak hukum dan etika lingkungan untuk mengatasi permasalahan yang kompleks diperlukan berbagai upaya pendekatan sekaligus yang sinergis.
Masalah pencemaran lingkungan hidup, secara telknis telah didefinisikan dalam UU No. 4 Tahun 1982, yakni masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energy, dan atau komponen yang lain dalam lingkungan dan atau berubahnya tataan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat lagii berfungsi sesuai peruntukannya.

Dampak Perkembangan Teknologi Terhadap Lingkungan
Joseph Schumpeter (dalam Marchinelli dan Smelser,1990 :14-20) mengisyaratkan tentang pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara. Dalam hal ini, pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa. Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia, kiranya dapat ditarik selalu benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa manusia “survival” yaitu oleh karena teknologi.
Teknologi yang diandalkan sebagai istrumen utama dalam “revolusi hijau” mampu meningkatkan hasil pertanian, karena adanya bibit unggul, bermacam jenis pupuk yang bersifat suplemen, pestisida dan insektisida. Dibalik itu, teknologi yang sama juga menghasilkan berbagai jenis racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungannya, bahkan akibat rutinnya digunakan berbagi jenis pestisida ataupun insektisida mampu memperkuat daya tahan hama tananam misalnya wereng dan kutu loncat.
Teknologi memungkinkan negara-negara tropis (terutama negara berkembang) untuk memanfaatkan kekayaan hutan alamnya dalam rangka meningkatkan sumber devisa negara dan berbagai pembiayaan pembangunan, tetapi akibat yang ditimbulkannya merusak hutan tropis sekaligus berbagai jenis tanaman berkhasiat obat dan beragam jenis fauna yang langka.
Terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri. Konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk seperti merkuri, kadmium, timah hitam, pestisida, pcb, meningkat tajam dalam kandungan air permukaan dan biota airnya. Kelangkaan air tawar semakin terasa, khususnya di musim kemarau, sedangkan di musim penghujan cenderung terjadi banjir yang melanda banyak daerah yang berakibat merugikan akibat kondisi ekosistemnya yang telah rusak.
Temperatur udara maksimal dan minimal sering berubah-ubah, bahkan temperatur tertinggi di beberapa kola seperti Jakarta sudah mencapai 37 derajat celcius. Terjadi peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO, NO2r S02, dan debu. Sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia terasa semakin menipis, seperti minyak bumi dan batubara yang diperkirakan akan habis pada tahun 2020. Luas hutan Indonsia semakin sempit akibat tidak terkendalinya perambahan yang disengaja atau oleh bencana kebakaran. Kondisi hara tanah semakin tidak subur, dan lahan pertanian semakin memyempit dan mengalami pencemara.


3.        PENUTUP
KESIMPULAN
Kemajuan ilmu dan teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, tetapi kenyataannya teknologi telah menimbulkan keresahan dan ketakutan baru bagi kehidupan manusia. Ketakutan yang dirasakan oleh manusia akibat perkembangan teknologi ini disebabkan adanya kekhawatiran akan adanya penyalahgunaannya oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Masalah prioritas model teknologi (iptek) apakah kompetitif (competitive) atau komparalif (comparative), teknokrat yang diwakili Widjojo Nitisastro cs dan Sumilro Djojohadikusumo, mengurutnya atas dasar teknik Delphi. Sedangkan B. J. habibie (Dewan Riset Nasional) merangkainya dengan konsep matriks (Anwar, Ibrahim M., 1987). Terlepas dari berbagai keberhasilan pembangunan yang disumbangkan oleh teknologi dan sektor indusri di Indonesia, sesungguhnya telah terjadi kemerosotan sumber daya alam dan peningkatan pencemaran lingkungan.
Kemajuan dalam berkomunikasi semain lama semakin mudah dan cepat. Hal ini terkait dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, informasi yang ingin disampaikan dari maupun kepada masyarakat pun akan semakin akurat dan cepat. Media-media yang berperan dalam pertukaran informasi tersebut antara lain adalah televisi, telepon genggam, email, instant message, video call, dsb. Kehidupan tiap individu dan teknologi informasi dalam masyarakat pun akan menjadi sangat erat hubungannya, karena dengan adanya media informasi tersebut kita akan semakin cepat mengetahui kabar terbaru dari lingkungan sekitar kita maupun semakin menambah wawasan kita terhadap berbagai pengetahuan umum yang ingin kita ketahui melalui perangakat informasi tersebut.


4.        DAFTAR PUSTAKA


5.        LAMPIRAN
Profil Penulis
Nama                    : Putra Sanada
NPM                    : 38414574
TTL                      : Bekasi, 20 Juli 1996